Page 1
"Selamat pagi Nona, hari ini sangat cerah. Hari yang tepat nagi Nona untuk berjalan-jalan di taman, dan juga hari ini adalah hari kepulangan Tuan Besar ke kediaman. Nona harus menyiapkan diri sejak siang ini, Tuan besar pasti sangat merindukan Nona. Tuan besar begitu menyayangi Nona, Nyonya besar juga. Dan, oh! Gaun yang Nona pesan sejak tiga bulan lalu sudah selesai dan sudah dikirimkan oleh para penjahit, kotak gaunnya saya letakkan di ruang ganti. Apa Nona ingin memakainya untuk hari ini atau ketika Nona bertemu dengan Yang Mulia akhir pekan?" Suara rendah yang terdengar begitu halus itu membuat wanita yang terbaring di sebelahnya terbangun dan perlahan membuka mata. Seorang wanita dengan rambut keemasan, berkulit putih seperti s**u dengan bentuk wajah yang begitu sempurna, bibirnya tampak kemerahan seperti buah Ceri meski saat ini Si wanita tak sedang menggunakan perias wajah dan pemerah bibir. Wanita yang tengah terbaring di atas tempat tidur ini memanglah dikenal begitu cantik parasnya, dia begitu dipuja di kalangan sosialita dan juga banyak digemari para pria muda dengan status yang cukup tinggi. Wanita muda dengan paras sempurna ini bernama Ariadna Di Castiello, putri satu-satunya dari keluarga bangsawan Castiello. Bangsawan Castiello adalah bangsawan kelas tinggi yang begitu dekat dengan keluarga kerajaan, bukan hanya dipercaya oleh Raja, tetapi keluarga Castiello juga menggenggam lebih dari setengah kekuatan kerajaan.
Sudah diketahui hampir seluruh khalayak luas, jika Ariadna nantinya akan menikah dengan Putra Mahkota kerajaan dan menjadi permaisuri. Ariadna sendiri adalah gadis bangsawan dengan sikap sempurna dan memiliki kecerdasan di atas rata-rata, dan sayangnya semua kesempurnaan yang ada padanya terkadang atau bahkan lebih sering tak terlihat karena sifat jahatnya yang benar-benar di luar batas. Ariadna adalah sosok wanita jahat yang tidak segan-segan untuk menyiksa pelayannya, untuk menghukum para pekerjanya, atau para gadis yang statusnya lebih rendah dari dirinya hanya karena ia merasa gadis itu tidak sopan atau sekadar tidak menuruti kesukaannya. Ariadna adalah gadis bangsawan mengerikan yang lebih terkenal dengan sebutan Wanita Iblis dibanding calon Permaisuri. Dan seharusnya, Ariadna hanyalah tokoh jahat yang berada dalam serial televisi kesukaan banyak wanita remaja hingga dewasa, serial televisi romansa berjudul "Persaingan Dua Tokoh."
Dan entah bagaimana, jiwa seorang gadis yang seharusnya sudah mati, jiwa seorang gadis yang baru saja menghabisi nyawanya sendiri kini berada dalam sosok wanita yang seharusnya tidak pernah nyata. Jiwa malang yang kesepian itu telah berada dalam tubuh Ariadna sejak ia membuka mata dan sadar dari tidurnya, jiwa yang tak memiliki jasad aslinya itu harusnya telah berada di Neraka, harusnya ia berada dalam akhirat dan mengeluhkan semua hal yang ia alami selama ia hidup di muka bumi. Jiwa yang telah merenggut nyawanya sendiri itu harusnya lebur, harusnya tak lagi dapat menghirup udara segar di pagi hari, harusnya tak lagi dapat mendengar suara merdu yang memanggilnya dengan sebutan Nona, harusnya tak lagi dapat mencium aroma harum dari teh dan potongan buah yang dibawakan oleh gadis muda di hadapannya. Gadis muda yanh baru saja masuk ke dalam kamarnya itu, mengajaknya bicara dan sibuk membuka gorden kamar semakin membuat Si wanita sadar jika ia tidak sedang bermimpi. Si wanita juga yakin jika ia tidak sedang berkhayal, berimajinasi atau malah berada di Surga. Si wanita bahkan tak yakin jika ia akan masuk Surga setelah apa yang ia lakukan dan ia yang menyumpahi Ibunya sendiri.
Si wanita yang kini berada dalam tubuh asing itu sesungguhnya sudah sadar sejak tadi, ia sudah membuka matanya sebelum pelayan wanita ini masuk. Ia sudah sibuk memukul wajahnya sendiri, menjambak rambut keemasannya dan menatap pantulan bayangnya yang terlihat di cermin.
"Tidak mungkin, tidak mungkin, ini tidak mungkin terjadi. Tidak mungkin sama sekali, bagaimana aku bisa hidup? Bagaimana aku masih bisa hidup setelah aku bunuh diri!? Tidak mungkin ini terjadi, dan lagi siapa wanita ini? Kenapa aku bisa berada di dalam tubuh wanita ini? Lalu di mana ini? Tidak seperti di Kota asalku, tidak juga di dalam kamar. Kenapa aku merasa seperti mengenal kamar ini, kenapa juga aku merasa seperti mengenal wajah wanita ini? Kepalaku sakit sekali memikirkannya! Tenang, aku harus tenang. Aku tak akan dapatkan apa-apa jika aku tidak tenang, hah, tarik napas, buang napas. Tarik napas, buang napas. Baiklah, mari kita coba pikirkan kembali, apa yang sudah terjadi kemarin. Aku ingat betul jika aku memergoki pria sialan itu selingkuh, lalu karena marah dan putus asa, aku memutuskan untuk bunuh diri. Dan tiba-tiba saja aku merasa mual lalu terbangun di tempat ini dengan tubuh yang baru. Apa ini mimpi? Jangan-jangan aku sudah ada di Surga? Tidak mungkin, aku tidak yakin jika aku akan masuk Surga. Baik, mari pikirkan hal lain."
Adalah kalimat yang ia ucapkan berulang kali dengan dirinya sendiri, Si wanita terus mengatakannya secara berulang meski satu kali pun ia tak mendapatkan jawaban atas pertanyaannya sama sekali. Hingga ia mendengar langkah kaki yang mendekat ke arahnya dibarengi dengan suara roda, seperti kereta yang tengah didorong. Si wanita diam, ia menutup mulutnya rapat agar tak ada siapa pun yang mendengar suaranya. Tak lama dari itu, suara ketukan di pintu kamarnya terdengar.
Si wanita buru-buru membuat tubuhnya kembali berbaring, kembali memejamkan mata dan berpura-pura tidur. Si wanita merasa, pura-pura tidur adalah hal yang paling tepat untuk ia lakukan. Mungkin saja ia akan dapatkan informasi lebih tentang tempat ia berada dan identitas tubuhnya. Perlahan ia mendengar celotehan lembut dari gadis muda yang baru saja masuk ke dalam kamar, sebelum akhirnya gadis muda itu tertawa dan duduk di sebelah Si wanita untuk menatapnya dengan tatapan hangat.
"Selamat pagi Nona Ariadna, kediaman Castiello selalu merasa beruntung dan diberkahi Dewa ketika Anda membuka mata."
Si wanita mematung. Kini, ia telah tahu, ia telah diberitahu jika dirinya berada dalam tubuh seorang wanita bernama Ariadna Castiello. Satu nama yang membuatnya ingat pada serial televisi yang sering ia tonton. Si wanita masih berusaha menggubris kenyataan jika ia benar-benar berada dalam dunia serial televisi kesukaannya itu, Si wanita merasa ini hanya kebetulan semata. Karena ia benar-benar yakin jika dunia itu hanyalah dunia buatan yang ada di dalam televisi, tokoh Ariadna pun hanya tokoh serial yang dimainkan oleh pemeran. Tidak nyata, tidak mungkin ada pikirnya. Dan kini, satu-satunya yang harus ia lakukan adalah mencari tahu lebih tentang Ariadna, tentang gadis yang ia rasuki tubuhnya ini, juga mencari tahu ke mana perginya jiwa asli dari pemilik tubuh yang tengah ia pakai.