bc

My Superhero

book_age12+
0
IKUTI
1K
BACA
friends to lovers
badboy
student
drama
comedy
sweet
highschool
school
like
intro-logo
Uraian

Arianti gadis belia yang memiliki masa lalu kelam, yang membuatnya kini tak memiliki siapapun. Tapi semua mulai berubah ketika masuk SMK, kini dia sudah memiliki sahabat baru yang menerima apa adanya. Namun ada dua orang yang mulai datang saling merebutkan hatinya, dia pun merasa ini akan membawa masalah baru lagi.

Kehidupan Arianti tidak pernah tenang, Nindy selalu berusaha menyakiti fisik dan mentalnya sejak Arianti tinggal bersamanya. Tetapi siapa yang mengira kalau dua laki-laki ini datang juga untuk menjaga Arianti dari semua kejahatan Nindy.

“Bagaimana caranya kedua laki-laki menjaga Arianti? Siapakah yang akan menjadi kekasih hatinya? Lalu akankah sikap Nindy bisa berubah menjadi lebih baik?

Penasaran dengan ceritanya, makanya baca kelanjutannya disini ya.

chap-preview
Pratinjau gratis
Sekolah Baru
“Nin, bangun udah siang nih! Emangnya kamu enggak mau berangkat sekolah apa?” teriak Tante Mariana. Ariani berjalan dari dapur menuju ke meja makan sambil membawa makanan, kini di meja makan sudah tersedia sarapan untuk mereka bertiga. Tante Mariana sudah duduk di meja makan sambil merapikan dandannya dan juga file-file pekerjaan. Ariani memilih duduk diam dan menatap ke arah jendela, "sepertinya akan turun hujan langit sudah gelap ini." batin Ariani. “Ya Allah, Ri. Kamu udah siapkan ini semua, terima kasih banyak ya. Kamu tahu 'kan Tante sibuk banget harus berangkat pagi dan bedagang buat menyelesaikan tugas dari kantor. Semoga kamu mengerti ya maksud aku, Tante sayang kamu.” kata Tante Mariana sambil mengecup keningku. “Udah deh pagi-pagi kebanyakan drama deh, ayo kita makan aja keburu kesiangan nih nanti.” kata Nindy dengan ketus. “Kamu ini harusnya anak perempuan bangunnya pagi, mama itu udah capek sama kelakuan kamu kapan sih berubahnya. Kamu harus bisa mandiri dan jangan bergantung dengan orang lain.” kata Mariana tak pernah bosan menasihati anak semata wayangnya. Ariani hanya bisa terdiam dan makan sambil melihat mendengarkan pertengkaran kedua orang ini, yang selalu aja terjadi setiap mereka bertemu. Mereka selalu aja tidak pernah akur selalu aja diperdebatkan dan tak pernah ada yang mau mengalah. Tapi mereka itu sebenarnya saling sayang dan mencintai satu sama lain. “Sudah Mama mau berangkat dulu ya, ini uang jajan kalian berdua ya. Oh ya ini adalah hari pertama masuk sekolah 'kan, jangan sampai telat ya.” kata Tante Mariana mengecup kening Ariani dan Nindy. Setelahnya Ariani mendengar suara mobil berjalan, itu tandanya Tantenya sudah berangkat. Ariani pun merapikan meja makan sedangkan Nindy berlalu begitu saja. Nindy pun langsung masuk ke kamarnya sambil membanting pintunya. Ariani hanya bisa mengelus d**a melihat perlakuan anak itu. Ariani sedang mengunci pintu sedangkan Nindy berdiri di depan gerbang. Mereka akan berangkat bersama ke sekolah sebab satu sekolah yang sama, Nindy berdiri dengan merapatkan kedua tangannya di dadanya. “Eh, kamu cam 'kan ini baik-baik ya. Nanti di sekolah tidak boleh ada satu orang pun yang tahu kalau kamu itu numpang di rumah aku apalagi kalau mereka sampai tau kita ini bersaudara. Aku bisa malu punya saudara kayak kamu, Mengerti gak? Kalau sampai bocor. Habis kamu!” kata Nindy sambil mengoyor kepala Ariani. “Sinikan uang yang Mamaku tadi kasih.” kata Nindy lagi, “Buat apa?” tanya Ariani. “Buruan deh.” Ariani pun menyerahkan uang itu, “Kamu itu enggak boleh pegang uang sama sekali, mulai sekarang kamu kalau mau uang ya kerja sana. Ini itu uang hasil keringat Mamaku jadi sudah semestinya jadi milik aku ya” kata Nindy. Tiba-tiba ada motor berhenti di depan mereka, Nindy pun segera naik motor itu meninggalkan Ariani yang masih terdiam disana. "Aku harus bagaimana ya? aku enggak boleh sampai telat ke sekolah tapi enggak punya uang juga untuk pergi” batin Ariani. Ariani sudah berada di dalam bus, dalam perjalanan ke sekolah. Dia duduk di dekat jendela sambil melihat ke depan sana, mengingat kembali semua kenangan yang manis, pahit dan asamnya kehidupanya. "Aku sudah membuka celenganku yang bertahun-tahun yang ku kumpulkan untuk biaya kuliahku sendiri. Sepertinya benar aku harus mencari kerja, tidak baik juga jika harus bergantung dengan orang lain." batin Ariani. Bus berjalan cukup lama, nanti sering berhenti-henti, Arianti pun menatap jam yang ada di pergelangan tangannya. Waktu sudah menunjuknya jam 06.55 WIB, padahal gerbang sekolah di tutup jam 07.10 WIB. Ariani pun menimbang waktunya takut kalau telat di hari pertamanya, akhirnya dia pun turun dan berjalan beberapa menit untuk menemukan tukang ojek. Akhirnya dia sampai di sekolah, lima menit sebelum gerbangnya di sekolah. “Bang terimakasih ya ini uangnya. Maaf ya tadi saya suruh buru-buru takut telat,” kata Arianti menaruhnya di tangki bensin depan lalu berlari ke arah gerbang. Sampai di gerbang dia arahkan oleh seniornya untuk mencari kelasnya dengan melihat namanya yang menempel di kaca jendela dekat pintu. Setelah menemukan kelasnya ternyata dia sekelas dengan Nindy saudaranya. Saat masuk dia pun melihat ke sekeliling kelas mencari bangku yang kosong, ternyata yang tersisa hanya di belakang dan di sebelahnya ada orang posisi sedang tidur. “Aku duduk di sebelah kamu ya soalnya enggak ada bangku kosong yang lainnya” kata Ariani sambil menepuk bahu orang itu. “Sudah kamu duduk aja, sepertinya dia sedang tidur deh” kata wanita yang ada di depan Ariani. “Namaku Delima, panggilannya Del. Nama kamu siapa?” tanya wanita itu tersenyum manis. “Aku Arianti, panggil aja Rii” kata Arianti sambil tersenyum. Arianti pun berkenalan dengan temannya yang ada dihadapannya sesekali mereka pun saling tertawa, menceritakan masa lalu yang membuat mereka terbawa suasana hingga saling dekat satu sama lain. Tiba-tiba terdengar bel tanda upacara di hati pertama sekolah. Semua anak sudah bersiap menuju lapangan yang sangat luas, ada begitu banyak anak yang berkumpul. Ada senior dari kelas 12 dan 11, serta kami yang masih putih biru-biru yang berbaur menjadi satu. Arianti sangat senang bisa masuk ke salah satu sekolah favorit di kotanya. Ya walaupun kini harus masuk sekolah kejuruan, sebenarnya Arianti ingin sekolah umum biasa. Mungkin kini saatnya Arianti mengubur impiannya dalam, saat ini yang dia inginkan hanya bisa bekerja untuk memenuhi kehidupannya dan memperbaiki semuanya dan menata yang sudah hancur agar bisa menjadi lebih baik. Arianti pun menoleh ke arah temannya yang mencoleknya, “Ngalamun aja sih kamu,” katanya. “Masa sih, memangnya ada apa?” kata Arianti. Ternyata upacara sudah di mulai, di depannya kini banyak bapak ibu guru dan juga staf-staf sekolah, di sekelilingnya juga ada paduan suara, anak-anak paskibara, serta anak PMR pada umumnya. Seru sekali melihat hal ini membuat Arianti melupakan sedih yang selama ini selalu membelegunya. Setelah upacara selesai aku kembali ke kelas, dan menemukan anak yang duduk di bangku itu masih dalam posisi seperti itu. Arianti pun langsung duduk disana, "apa anak ini tadi enggak ditegur dengan guru kalau dia enggak ikut upacara. Apa guru enggak tahu." batin Arianti “Aku pengen ke kamar mandi nih, kalian ada yang mau ke mardi gak?” tanyaku pada mereka. “Aku mau deh” kata Marni. Arianti mencoba untuk berdiri tadi kok susah sekali, rasanya b****g itu menempel di kursinya. Berulang kali dia mencoba tak bisa sampai Marni pun berdiri dan membantu. Marni kira Arianti menerjainya ternyata memang benar tidak bisa berdiri Arianti, saat ditarik dengan tenaga terdengar suara kerek. “Nih buruan pakai ini, beli rok baru sana,” kata cowok dengan suara bassnya. Arianti pun berbalik dan segera menerima hoodie itu, semua anak menertawakannya. Arianti sudah melihat ada tersenyum sinis ke arahnya. Arianti dan temannya pergi keluar keluar, Marni pun meminta maaf atas kesalahannya. Arianti pun hanya tersenyum. “Ini semua bukan salah kamu, kalian masih mau jadi teman aku 'kan?” tanya Arianti malu,

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
200.4K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.2K
bc

Kali kedua

read
219.7K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
191.6K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
19.3K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
32.5K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
79.2K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook