Setiap kata itu menyakitkan, maka setiap akhir kata maaf diucapkan -Manggala Yudha- Setelah meminta Sena untuk masuk ke dalam kelas, aku menatap Zia penuh kebencian. Untungnya aku datang tepat saat Zia belum sempat mengatakan apapun. Sena tidak tahu apapun dalam peliknya masalah cinta ini. Tidak ada yang salah pula dalam cinta, yang salah hanya pilihan perilaku dalam menghadapi cinta. Cinta hadir dengan sederhana tanpa diminta seperti jelangkung, harus dengan prosesi pemanggilan. Cinta hadir begitu saja, bahkan kepada orang yang tidak terduga. Tidak ada pula yang mampu menolak cinta ataupun memaksa cinta. Aku tahu, sekarang pasti Sena penuh tanya, tetapi lebih baik dia tidak mengetahui semuanya sekarang ini. Aku ingin menyelesaikan masalah ini dengan Zia. Menghentikan pilihan perilakun

