29. Ayana

1009 Kata

   Alex tak bergerak sedikit pun saja, masih tak bisa melepaskan sensasi rasa yang terus menjalar di bibirnya. Dia, Alex kemudian setelah cukup lama menahan tak bisa lagi menunda untuk segera menelepon kekasihnya yang selalu tahu bagaimana cara mencairkan kebekuan hatinya. Dua jarinya mengusap bibir bawahnya sambil menatap wajah Aya di layar handphone. Dia tak bisa lagi menahan untuk secepatnya melihat wajah dan mendengar suara kekasihnya. Memposisikan handphone-nya di depan wajah untuk melakukan video call.    "Hai...," sapa Aya yang sudah duduk di balik meja kerjanya.    "Aku mau mastiin kamu udah sampai, princess."    "Udah, baru aja duduk," balas Aya.     "Baguslah kalau begitu sekarang aku bisa bernapas dengan lega."    Aya tersenyum manis memamerkan sebaris gigi putihnya, dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN