28. Alexis

1121 Kata

   Alex menatap jam di tangannya. Kemudian menuntun tangan Aya untuk berdiri. "Ayo kita pulang."    "Aku senang banget malam ini."    Alex mengambil kedua tangan Aya, memandang matanya kemudian satu tangannya terangkat merapikan rambut Aya yang tertiup angin. Alex terdiam menatapnya. "Aya, berciuman itu bagiku hanya untuk dua orang yang saling mencintai. Aku belum pantas melakukannya padamu." Alex lalu lagi-lagi hanya mendaratkan bibirnya di tangan Aya yang dingin saat itu.    Pria itu lagi-lagi berkata seenaknya, Alex tidak tahu betapa kata-katanya telah menyakiti Aya. Dia sangat kecewa. Sesak rasanya. Kemudian berusaha menarik napasnya yang sempat terlupa lalu tersenyum sebagai alasan bahwa dia baik-baik saja. "Ayo pulang," kata Aya, sekuat mungkin menormalkan suaranya.     Sepanjang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN