Ayana dan Alexis ternyata saling memiliki janji dengan orang yang sama. Investor asal Amerika, Mr Gerald Grahamb. Mereka berdua sudah sangat terlambat dan masih saja berdebat ketika sudah berhadapan dengan klien besar mereka. "Bisa kalian duduk?" tanya Mr. Gerald Grahamb pria bertubuh tinggi, rambut coklat terang, bermata hijau, dan berwajah tegas khas Amerika yang lebih terdengar seperti sebuah peringatan. "BISA," jawab mereka bersamaan namun belum saling menarik tatapan garang. "Ehm." Dehaman itu menyadarkan mereka lalu keduanya menarik kursi masing-masing untuk duduk. "Maaf aku terlambat," kata Alex, menjabat tangan tanpa lupa tersenyum meski sulit baginya melakukan hal paling mudah bagi jutaan manusia lainnya. "Iya Mr. Gerald, maaf aku terlambat karena dia--" kata Aya dengan te

