“Mom apa kau melihat jaket coklat milik ku?” “Coba kau lihat di lemari sayang,” teriak Vivian sambil memasangkan dasi di kemeja Luca. Smirk tercetak di bibir Luka, ia mencoba menggoda Vivian dengan menarik pinggangnya agar lebih dekat. Cup “Oke sudah siap.” “Mengapa hanya satu kecupan saja.” “Dad cepatlah aku sudah terlambat,” teriak Elvan sambil memakan sarapannya. Luca keluar dari kamar sambil merangkul pundak Vivian, “Tolong bawakan sarapan untuk ku, sepertinya aku tidak sempat makan di sini.” “ Minumlah kopi mu aku akan menyiapkan sarapan mu.” Vivian mengambil kotak makan dan memasukan sarapan Luca serta mengambil botol minum yang berisi kopi utung Luca. “Bye mom.” “Bye sayang,” ucap Luca dan Elvan serempak. Vivian hanya melambaikan tangan sambil tersenyum, sebuah acara pa

