Bab 5

835 Kata
"Zoya!" Panggil seorang lelaki tampan yang menghampirinya di rumahnya. Merasa di panggil, wanita cantik ini menoleh dan ternyata yang memanggilnya adalah sahabatnya "Eh! Kenapa kau ada di sini?" Tanya Zoya. "Kau ini bagaimana! Kau meninggalkan bukumu." Raka mengomel karena Zoya meninggalkan bukunya, di mana buku itu memang penting untuknya. "Benarkah? Astaga. Terima kasih, Raka." Zoya merasa bersyukur karena sahabatnya ini rela mengantarkan bukunya kepadanya. Bahkan sampai ke rumahnya. "Lain kali jangan ceroboh, bagaimana jika bukunya hilang." "Ck! Iya-iya. Sudah sana pergi! Terima kasih ya." Raka pergi dari sana karena memang harus siap-siap untuk bekerja, berbeda dengan Zoya yang masuk ke dalam rumah kecilnya dan istirahat terlebih dahulu sebeum nanti malam dia bekerja untuk yang pertama kalinya. Azoya Gabriella, adalah wanita yatim piatu. Dia di besarkan di sebuah panti asuham di kota ini, hanya saja saat dia sudah dewasa. Dia memilih untuk keluar dari yayasan dan melanjutkan kuliahnya karena mendapatkan beasiswa beserta bekerja paruh waktu jika malam hari. Sebenarnya Zoya bekerja di sebuah restoran kecil di kota, hanya saja dia terpaksa di keluarkan karena restoran tersebut semakin sepi, untuk itu dia mencari pekerjaan lain, hanya saja dia menemukan pekerjaan di mana dia menjadi pelayan di salah satu club besar karena tawaran temannya. Zoya jelas saja langsung menerimanya karena dia snagat membutuhkan uang untuk kehidupan sehari-harinya dan uang sewa untuk rumah yang dia tinggali. ***** "Ini tidak mungkin! Bagaimana bisa wajahnya sangat mirip dengan Zoe?" Ronald benar-benar shock melihat perempuan yang di maksut oleh Zeyn. Begitupun dengan Luca. Dia bahkan juga terkejut saat melihat wanita itu dari kamera cctv jalanan. "Apa Zoe memiliki kembaran?" Tanya Luca kepada Zeyn yang juga berada di sana. Sejujurnya bukan hanya sahabatnya yang terkejut, tapi Zeyn juga benat-benar terkejut. Bahkan bukan hanya wajah, namun rambut beserta tubuhnya benar-benar sama seperti Zoe. "Itu tugas kalian!" Ucap Zeyn. Perkataan Zeyn di mengerti oleh Ronald dan Luca. "Aku menginginkannya. Pastikan dia sudah ada di mansionku malam ini." Lanjutnya yang membuat keduanya semakin terkejut. "Apa maksutmu? Kau belum tau siapa dia, meskipun wajahnya mirip, tapi dia bukan Zoe." Ucap Ronald yang tidak setuju. "Aku tidak peduli siapa dia, yang aku tau. Aku menginginkannya. Jika kalian tidak bisa membawanya, aku sendiri yang akan membawanya dengan caraku." Ucap Zeyn yang akhirnya membuat mereka berdua terdiam. Zeyn berdiri dan kembali ke kamarnya sedangkan mereka berdua yang penasaran masih mencari tau siapa wanita yang mirip dengan Zoe sebenarnya. ***** Di kamar. Zeyn melihat fotonya bersama Zoe yang terlihat sangat bahagia, dia benar-benar sudah cinta mati dengan Zoe dan masih belum terima jika dia meninggalkannya. "Apa ini jawaban dari permintaanku. Aku mencintaimu, Zoe. Aku tidak tau siapa gadis yang aku lihat tadi, tapi aku menginginkannya, aku menginginkan wajah itu, aku menginginkan wajahmu dan aku pastikan kau menjadi milikku lagi." Gumamnya. Zeyn memejamkan matanya, bayangan wanita itu benar-benar mengusiknya dan tidak sabar ingin melihatnya lagi. Malam harinya, dia pergi ke club salah satu milik Luca dan terkejut karena ternyata wanita yang dia inginkan bekerja di sana, Luca sang pemilik bahkan tidak tau apapun jika dia memiliki pegawai yang mirip dengan Zoe karena memang dia jarang sekali pergi ke sana. Bukan hanya jarang. Tapi dia memang tidak pernah ke sana karena memiliki orang kepercayaan di sana. "Tuan Luca." Sang manager club bahkan terkejut ketika meihat bosnya datang bersama teman-temannya. "Kau menerima karywan baru wanita?" Tanya Luca. "Ya, ada beberapa, Tuan." Jawabnya. "Wanita ini." Luca memberikan foto di mana foto itu sebenarnya adalah foto Zoe. "Siapa namanya?" Tanya Luca. "Zoya, Tuan." Jawabnya karena memang dia baru saja bertemu dengan karyawan-karyawan barunya dan ingat persis siapa yang ada di foto itu. "Zoya?" Gumam Zeyn tersenyum tipis karena bahkan namanya hampir sama dengan mendiang kekasihnya. "Panggilkan dia." Tanpa basa basi, Luca meminta bawahannya untuk memanggilkan wanita itu yang di mengerti oleh sang manager. "Tidak perlu, aku sendiri yang akan membawanya." Zeyn menolak untuk di panggilkan ketika dia sudah melihat wanita yang dia cari. Hati Zeyn bahkan berdetak dengan cepat melihat wanita itu benar-benar mirip dengan Zoe meskipun dia memakai baju seorang pelayan. Zoya yang tadinya melayani dan mengantarkan minuman kepada pengunjung club di buat terkejut saat dia tiba-tiba saja di gendong seperti karung beras oleh pria yang tidak dia kenal. Bukan hanya Zoya, bahkan kedua sahabat dari Zeyn terkejut dengan apa yang dilakukan oleh sahabatnya ini. "Apa Zeyn sudah gila?" Luca bahkan mengomel karena merasa Zeyn sudah gila yang tiba-tiba saja menggendong Zoya tanpa basa-basi terlebih dahulu, namun dia tidak bisa mencegahnya dan hanya bisa langsung menyusulnya bersama Ronald. "Lepaskan aku!" Teriak Zoya yang benar-benar panik sendiri. Dia sedari tadi memukuli punggung Zeyn namun dia tidak menghiraukannya. Bahkan dia bingung krena semua orang hanya menatapnya tanpa menolongnya. Zeyn memejamkan matanya karena Zoya ternyata menggigit punggungnya dengan sangat keras dan bahkan tidak melepaskannya. Dia baru melepaskannya ketika terkejut tangan Zeyn berada di bongkahan padat belakangnya dan meremasnya dengan keras. "Lepaskan tanganmu dari situ!" Zoya berteriak bahkan benar-benar memberontak namun tidak di hiraukan oleh Zeyn. "Diamlah, Baby." Ucap Zeyn pada akhirnya. "Baby apa? Kau babi!" Umpatan Zoya membuat Zeyn semakin tersenyum dan tidak sabar ingin membawanya ke mansion.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN