"Miris ya." Lusi meringis ngilu melihat berita kecelakaan pesawat yang ia lihat di TV. Merasakan tak ada tanda-tanda Naufal akan merespon, Lusi menengok ke samping. Naufal malah melamun. Seperti memikirkan sesuatu. "Sayang. Kamu kok diem aja?" tegur Lusi. Naufal tak bergeming. Lusi berdecak kesal. Dia menyenggol bahu Naufal cukup kasar hingga si empunya tersentak. "Kenapa?" tanya Naufal lempeng. "Justru aku yang bilang, kamu kenapa? Tumben ngelamun?" "Perasaan gue gak enak." Naufal berdiri. Ia mengambil jaket, lantas memakainya. Lusi mendongak, dia ikut-ikutan bangkit. "Kamu mau ke mana? Pulang? Bukannya ini masih siang?" Lusi mencecar seakan takut Naufal pergi. "Gak." usai mengucapkan kata singkat itu, Naufal menarik langkah cepat keluar rumah. Tangan Lusi mengepal kuat.

