Lusi membuka pintu. Air matanya berderai sejak tadi. Tubuh Lusi merosot ke bawah begitu sudah sampai di dalam rumahnya. Fardo baru saja akan pergi, ia terkejut dengan keadaan sang adik. Buru-buru dia mendekati Lusi, kemudian berjongkok. "Lo kenapa? Siapa yang buat lo nangis?" "Kakak." Lusi memeluk Fardo. Fardo mengusap punggung Lusi. Ia berjanji tidak akan memaafkan orang yang sudah membuat adiknya menangis. "Kak... I... Ibu... Sama...a...yah...ma...na...? A...aku...pengin....ke...te..mu..mereka..." ujar Lusi di tengah tangisnya yang sesegukan. Fardo tak menjawab. Ia juga tidak tahu orang tua mereka siapa. Dalam artian, hatinya juga bertanya-tanya sama seperti sang adik. "Siapa orang yang bikin lo kaya gini?" Fardo mengalihkan pembicaraan. Tangisan Lusi tambah kencang. Hati Fa

