Kila melipat tangan di d**a. Ia maju beberapa langkah membuat Lusi mundur. “mungkin lo udah lupa kalau gue pemilik sekolah ini.” “Bukan lo, tapi ayah lo.” ucap Lusi. “Lo gak tau? Ayah dan ibu gue udah lama meninggal. Gue pemilik sah sekolah ini. Selama ini gue diem biar kalian tau sendiri kebenarannya. Tapi lo tiba-tiba dateng dan mengancam gue. Cih, lo gak tau diri.” Ujar Kila menusuk. “Lo yang gak tau diri! Lo deketin cowok yang jelas-jelas udah punya pacar! Genit lo!” balas Lusi tidak mau kalah. “Naufal sendiri yang dateng ke gue. Gue punya harga diri dan gue gak akan ngelakuin perbuatan serendah itu.” “Oh ya? Gue tanya. Kalo lo bukan wanita rendahan, trus kenapa lo sampai hamil di luar nikah?” Lusi menaikkan satu alisnya. Kila menelan saliva susah payah. Jadi, Lusi tau? Sejak

