Arumi duduk dengan posisi menyilangkan paha. Kedua netra hitamnya tak berhenti mengamati gerak-gerik seorang Gadis yang baru ia kenal. Gadis yang sering diceritakan dan dipuji oleh Sherren. Gadis itu kini berjalan ke arahnya sambil membawa nampan berisi dua gelas lemon tea dan dua piring camilan. Kila membungkuk, ia menaruh dua gelas dan camilan di meja. Sherren mengucapkan terimakasih, namun lain dengan Arumi. Dia mendadak melempar gelas yang baru saja ditaruh oleh Kila. "Sudah saya bilang, saya tidak mau Anda dekat-dekat saya. Apa kamu tidak mendengar perkataan saya tadi?! Kamu tuli?!" Arumi membentak. Kila menunduk, ia memunguti pecahan kaca dari gelas yang dilempar oleh Arumi. "Maaf, Oma." lirih Kila dengan suara gemetar. Sakit yang dialaminya kini ada dua. Kesatu, sakit hati ka

