“Semuanya bakal baik-baik aja.” Abian menyerahkan satu botol air mineral. Kila menyeka air mata, ia kemudian menerima botol tersebut lalu meminumnya hingga tersisa setengah. “Dari mana dia tau rahasia gue?” Kila kembali menangis. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan. “Kemungkinan seseorang.” Abian meninjau Lusi yang sedang asyik mengobrol dengan orang lain. “Sayang!” Dasha datang. Matanya tak sengaja menangkap Kila sedang menangis. “Loh, kenapa nangis, Kil? Apa Abian ngomong sesuatu yang bikin kamu sakit hati?” Kila menggeleng tanpa melihat ke arah Dasha. “Yang, Kila kenapa? Trus kalian kenapa duduk berdua di sini? Kalian habis bicara tentang apa?” tanya Dania bertubi-tubi. “Gue permisi ya.” mata Kila menyipit, ia tersenyum sendu. Dasha mengangguk pelan. Ia tidak enak menghe

