Kila bersama beberapa murid lain menunggu di depan sebuah ruangan. Sudah 15 menit berlalu, Dokter masih juga belum keluar. "Lo apain Dasha sampe-sampe penyakitnya kambuh?" tanya Dania sengit. "Gue gak ngapa-ngapain dia. Tadi gue sama dia bertengkar karena salah paham. Gue nggak tau siapa yang bikin Dasha marah banget sama gue." jelas Kila dengan berderai air mata. Ayu, Doni dan Gladys yang ada di sana terdiam. Raut wajah Kila membuat Mereka merasa iba, kecuali Dania. "Akting lo bagus." Dania menatap tajam Kila. "Akting? Maksud lo apa, Dan?" parau Kila. "Permisi. Kalian teman-temannya pasien?" Mereka berlima refleks menoleh. "Saya sahabatnya, Dok." Kila angkat bicara. "Sahabat, tapi nusuk dari belakang." celetuk Dania di belakang Kila. "Gimana keadaan pasien, Dok?" "Pas

