Miris. Semua murid melempar sampah, telur bahkan ada yang menyiram Kila dengan air keruh sekaligus berbau. Kila terus saja lewat, berusaha untuk tidak menggrubis sumpah serapah dari adik kelas dan juga teman sekelasnya. Mereka... telah salah paham. Kila yakin akan hal itu. "STOP!" suara berat menggelegar. Seketika murid-murid yang tadinya mengejek langsung menutup bibir rapat-rapat. Dia, Naufal berjalan dengan gagahnya. Image kutu buku yang melekat padanya dulu, kini telah menghilang tergantikan dengan aura dingin dan kejam membuat siapa pun bergidik ngeri dan tidak mau mencari masalah dengan cowok itu. Naufal mendekat. Ia memajukan wajah, menatap wajah Kila lebih detail. "Muka lo tambah cantik." ia beralih memandang satu murid di dekatnya. "Sini." Murid itu tidak mengerti mak

