"AKH! AWAS! AWAS! ITU DI SANA ADA BATU! LO BERHENTI NAPA!" Kila terus memukul-mukul punggung Arkan supaya cowok itu menghentikan sepedanya. Niat mereka ingin relaks dengan naik sepeda di pagi hari, eh semuanya berubah dalam sekejap ketika dua anak kecil berlarian dan membuat fokus Arkan buyar. Jadilah kejadian naas seperti sekarang. Sepeda Arkan oleng. Dug! Kepala Arkan menghantam sebuah batu besar. Kila perlahan berdiri. "Lo gak apa-apa?" Kila membantu Arkan untuk duduk. Telapaknya gemetar memegang kepala Arkan yang kini mengeluarkan darah lumayan banyak. "Luka lo... parah. Maafin gue..." Kila menangis. Ia melepaskan jaketnya untuk mengelap darah cowok tersebut. Setelah selesai, Kila membalut kepala Arkan dengan jaket. "Maaf... seharusnya gue gak teriak. Seharusnya gue gak bikin

