Bab 27. Pamit

1101 Kata

"Bintang, apa gak sebaiknya kamu jaga jarak dengan Ara? Dia sudah menikah, Nak. Nanti apa kata orang jika kamu sering bersamanya," nasihat seorang ibu pada anaknya. "Iya, Bu. Aku juga tahu. Tapi, aku gak mungkin bisa langsung menghilang dari jangkauan Ara. Kedekatan kami sudah begitu lama dan perasaan yang aku miliki juga tidak semudah itu diusir pergi. Jika saja dulu Ibu dan bapak bisa lebih cepat melamar Ara, mungkin dia sudah menjadi bagian dari keluarga kita," balas Bintang sambil tersenyum getir. Pria bernama Bintang Kahfi menatap ke arah langit malam yang hari ini begitu terlihat indah. Tidak hanya itu saja, ternyata dia bisa melihat sosok cantik dan ceria, Aurora yang ada di atas langit tengah tersenyum padanya. "Bagaimana bisa aku mundur, Bu jika Ara saja masih membutuhkanku?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN