bc

Benci, tapi Menitipkan Benih

book_age18+
477
IKUTI
3.7K
BACA
HE
arranged marriage
playboy
badboy
kickass heroine
stepfather
heir/heiress
tragedy
bxg
enimies to lovers
surrender
like
intro-logo
Uraian

Alex Sasongko (27th) yang biasa hidup mewah dipaksa menikah dengan gadis udik bernama Aurora Cantika Putri (20th) yang hanya seorang anak panti.Pernikahan yang sama sekali tak membawa kebahagiaan bagi kedua pasangan itu, tetapi tetap harus dilanjutkan karena alasan masing-masing. Sanggupkah Aurora bertahan dengan semua kepalsuan ini?

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab1. Nasib Si Playboy
"Pah! Papa nggak bisa begini, dong! Itu semua adalah hakku. Kenapa Papa melakukan ini?" "Papa jelas punya hak. Karena Papa adalah orang tua kamu. Selama ini kamu sudah banyak melakukan hal-hal yang tidak berguna, Lex. Clubbing, mabuk-mabukan, balapan liar, bahkan tidak lama sebelum ini kamu sudah menguras uang tabungan Papa dan juga perusahaan. Apa kamu gila?" "Tapi, nggak harus blokir semua kartu ATM aku dong, Pah! Namanya hidup bukankah emang harus dinikmati? Nggak perlu diambil pusing. Lagian, kekayaan keluarga kita juga sampai tujuh turunan pun tidak akan pernah habis!" "Bukan Papa kamu yang melakukannya, tapi saya!" "Kakek!" Seorang pria berumur tiba-tiba datang dengan tongkat di tangan sebagai alat bantu jalan. Wajahnya terlihat jika dia sudah hidup cukup lama di dunia. Dirinya –Prabu Sasongko– lalu dibantu duduk oleh anaknya sendiri, yaitu ayah dari Alex Sasongko –Dadu Sasongko–. "Jadi, ini semua ulah Kakek?" Kedatangan pria tua tersebut tentu saja membuat sang cucu –Alex Sasongko– mengernyit tidak mengerti. Selama ini, kakeknya tidak pernah mencampuri langsung kehidupannya. "Kalau iya kenapa? Apa kamu mau melawanku, hm?" "Kakek, sebenarnya ini ada apa? Kenapa tiba-tiba melakukan hal ini kepadaku? Bukankah aku ini adalah cucu kesayanganmu? Atau, kakek mau melihatku menjadi gelandangan?" Alex bertanya dengan nada sedikit tinggi. Emosinya benar-benar meluap saat semua kesenangannya hampir direnggut paksa oleh sang kakek. Pria berusia 73 tahun itu menyeringai. "Ya, kamu memang cucu kesayanganku. Kamu jugalah calon penerus dari perusahaan yang kita miliki. Selama ini, kakek percaya jika kamu pasti akan berubah dan berusaha untuk tetap menunggu. Tapi, nyatanya apa sekarang? Kamu semakin ke sini, justru semakin tak terkendali. Apa kamu tidak sadar hal itu? Hah!" Alex menyugar rambutnya kasar. Pria itu mulai kehilangan alasan untuk menyanggah semua ucapan dari ayah dan kakeknya. Selama 27 tahun hidupnya hanya diisi dengan foya-foya, pergi ke clubbing, bahkan sering bergonta-ganti pasangan. Entah sudah berapa wanita yang sering diajak tidur olehnya. "Tapi, nggak kayak gini juga dong, Kek! Bagaimana aku bisa pergi bersenang-senang dengan temanku? Bagaimana bisa juga aku membeli semua kebutuhanku?" Alex mulai protes. "Tolong buka lagi akses semua ATMku, Kek!" "Gak!" "Kakek!" Merasa percuma membujuk Prabu, Alex langsung beralih melihat ke arah ayahnya. "Pah, tolong kasih tahu kakek untuk membuka semua akses ATMku!" Dadu mendesah lelah. Diurut pangkal hidungnya yang terasa begitu berat. "Maaf, Lex. Papa gak bisa bantu!" Prabu tersenyum menyeringai. "Papa kamu tak akan pernah bisa membantumu, Nak. Jika kamu ingin mendapatkan semua kemewahanmu lagi, maka kamu harus kerja. Bukan malah berfoya-foya. Kami mempunyai semua harta ini juga dari hasil kerja keras, bukan hanya bermain-main di luar tidak jelas," sindirnya. "Come on, Kek. Aku ini adalah Alex Sasongko, lelaki bebas. Kenapa aku harus bekerja keras? Jika semua harta yang kalian miliki bisa membuatku bersenang-senang tanpa bekerja seumur hidup. Apa aku salah melakukan itu?" Prabu bertepuk tangan. "Lihat kelakuan anak kamu, Du? Bagaimana bisa kamu membesarkan dia menjadi seperti ini? Seharusnya sejak dulu kamu nurut sama papa, biar aku saja yang mengurusnya. Pasti dia tidak akan menjadi seperti ini!" Dadu terlihat bersalah. Jujur, dia dan istri –Tyas Wulandari– sudah tidak tahu harus berbuat apa untuk membuat Alex berhenti bertindak sesukanya. "Aku juga tidak tahu jika dia akan menjadi bebal seperti ini, Pah," sesalnya. "Please deh, Pah, Kek! Kalian berdua ini tolong hargai keberadaanku! Aku masih di sini, bukan sebagai patung. Aku butuh kejelasan tentang kenapa semua aksesku diblokir? Aku butuh uang itu!" Alex segera menyerobot ucapan para orang tua secara tidak sopan. Akan tetapi, hal itu tidak dipedulikan oleh dua orang tua di sana. Prabu menggelengkan kepala melihat sikap tidak sopan Alex. Dia lalu menatap dengan dingin sosok cucu satu-satunya itu yang pasti akan menjadi pewarisnya kelak. Namun, karena sebuah alasan dia enggan memberikan semua harta miliknya secara cuma-cuma. "Untuk membatalkan semua ini, aku punya syarat." "Apa itu, Kakek?" tanya Alex semangat. Dia akan melakukan apa pun asal bisa mendapatkan semua uangnya. "Kamu bisa mendapatkan akses itu kembali jika kamu mau menikah dan juga mempunyai anak!" ucap Prabu dengan sorot mata serius. "What? Gak! Aku gak mau!" Hidup Alex yang biasa bebas sekarang harus dituntut untuk menikah? Itu tidak mungkin. Pria tersebut tertawa begitu lebar. Dia bahkan sampai menepuk-nepuk kakinya sendiri karena merasa ucapan dari kakeknya adalah sebuah lelucon semata. Prabu dan Dadu saling menatap satu sama lain. Mereka benar-benar tidak mengerti akan sifat Alex yang selalu membangkang. "Menikah? Aku? Yang benar saja! Seorang Alex Sasongko itu tidak akan pernah menikah dan juga tidak akan pernah memiliki anak seumur hidup," ucap Alex dengan begitu sombong. Hidupnya yang bebas tidak akan pernah dijual dengan sebuah ikatan pernikahan yang pastinya hanya akan menjadi penghalang untuk Alex menemui kebebasan dan kebahagiaannya. Prabu pun tersenyum, lebih tepatnya menyeringai. "Oke, kalau itu memang keputusanmu. Kamu bisa bersiap-siap untuk pergi dari sini!" usirnya, lantas berdiri dan berniat pergi meninggalkan ruang tamu. Dadu tentu saja terkejut ketika mendengar ucapan sang ayah. "Pah, kenapa menjadi seperti ini? Aku tidak bermaksud–" Ucapan itu terpotong kala Prabu mengangkat tangan, memintanya untuk tak ikut campur. Dia pun langsung melengos. Prabu lalu melirik ke arah belakang. "Kenapa masih diam? Silakan angkat kaki dari rumah ini!" "Kakek!" Alex menghentakkan kakinya kesal seperti anak kecil. "Kenapa? Bukankah itu keinginanmu? Atau, kamu takut tidak bisa makan dan membeli barang-barang branded, serta berfoya-foya dengan teman tidak jelasmu itu, hah!" sentak Prabu mulai kehilangan kesabaran. Alex masih tidak percaya dengan ucapan Prabu. Lelaki yang selama ini begitu dipuja olehnya, ternyata begitu tega menendang cucunya sendiri hanya karena sebuah masalah sepele. "Kenapa melihat kakek seperti itu? Takut kamu jadi gelandangan, eoh? Kalau gitu, kamu bisa pilih sekarang … menikah atau kehilangan semuanya?" "Ayo berpikir, Lex! Berpikir! Lo gak bisa kayak gini! Bebas adalah kunci hidup lo selama ini. Lo gak boleh goyah hanya karena sebuah iming-iming harta!" Iblis dalam hati Alex mulai menggoyahkan iman. "Oke, kalau memang itu adalah keinginan kakek. Aku akan menikah, tapi dengan pilihanku sendiri. Akan kubawa pulang calon istriku ke sini besok agar kalian percaya, kalau aku memang bersungguh-sungguh!" lanjutnya penuh tekad. Dadu lalu menoleh ke arah sang ayah. Wajahnya terlihat begitu khawatir jika Alex justru hanya akan membawa sebuah masalah baru. "Apa benar dengan cara ini, Alex akan mau berubah, Pah?" Prabu hanya mengedikkan bahu. "Kita lihat saja, Du. Oh, ya. Besok calon menantumu akan datang. Bilang kepada Tyas untuk menyiapkan kamar tidur dan juga keperluan lainnya!" titahnya. "Jadi, Papa memang sudah merencanakan semua ini? Lalu, siapa calonnya, Pah?" tanya Dadu penasaran. "Kita liat besok saja! Sekarang aku mau istirahat. Berdebat dengan anakmu sungguh membuat tensi papa naik," ujarnya berlalu menuju kamar di lantai bawah. Meninggalkan Dadu yang tengah menatap si orang tua yang masih bersikap tegas dan tak mau dibantah. "Semoga tidak ada kejadian buruk yang terjadi besok!"

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.1K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.0K
bc

TERNODA

read
199.2K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.4K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
67.7K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook