Aurora memutuskan untuk berjalan-jalan di halaman depan. Dia tidak mau membuat bayinya ikut stres setelah mendengar ucapan dari bapaknya. Sungguh keterlaluan memang Alex. Sifat dan sikapnya yang seperti bunglon dan suka berubah-ubah membuat perempuan hamil itu sadar jika lelaki seperti dia tidak layak untuk diperjuangkan. “Hati memang terasa pilu saat mendengar orang yang kita cintai tidak balik menyayangi. Tapi, itu semua akan berakhir baik jika dua orang itu saling mencinta. Mereka bahkan akan berlomba-lomba memberikan perhatian dan kasih sayang kepada pasangannya. Tapi, bagaimana dengan kehidupan percintaan ku?” Aurora berbicara sendiri sambil menatap langit yang cerah. “Jangankan cinta, dia saja begitu membenciku dan ingin membuatku secepatnya pergi dari rumah ini.” Auroa mengehla na

