Bab 24. Gawat! Juni Bangun

1117 Kata

"Jika tidak malas nanti aku temani," jawab Alex akhirnya. Aurora pun langsung berteriak kegirangan. Dia memeluk kepala Alex dan diciumnya pipi sang suami. Tawa bahagia dan juga antusiasme untuk menyambut bulan depan pun menjadi lebih besar. "Beneran loh, Mas? Mas gak boleh ingkar!" Tangan mungil perempuan hamil itu pun disodorkan ke arah sang suami. "Ckckck, aku kan bilangnya nanti … nanti kalau aku gak malas," jelasnya lagi, tetapi tidak menyingkirkan tangan dan tubuh Aurora yang semakin menggelendong padanya. Jujur, sesuatu di bawah sana mulai terasa berkedut, apalagi saat tubuh bagian belakang Aurora terus saja bergerak. Alex merasa jika ia mulai tersiksa. Dagunya ditaruh di atas bahu itu dan menarik napas dalam-dalam. "Mas Alex kenapa? Sakit?" Aurora yang menyadari perubahan sik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN