“Hei, Lex. Apa aku boleh gabung dengan kalian?” Suara Sisil langsung membuat Alex menoleh bosan padanya. “Ngapain kamu di sini?” Alex bertanya heran dengan keberadaan Sisil. Dia lalu menatap Arshaka dan Arga yang sudah berubah dingin. Mereka berdua seolah tidak suka akan kehadiran dari wanita tersebut. Arga tiba-tiba langsung mengetuk meja dan membuat Alex menoleh padanya. “Aku siap buat jadi suami pengganti, Lex,” ucapnya sambil tersenyum menyeringai penuh maksud. “Langkahi dulu mayatku!” Setelah berkata seperti itu, Alex segera mengusir Sisil. Namun, seolah sudah tak ada muka wanita tersebut terus saja berdiri di sisinya. Lama-lama dia mulai geram dan hendak mendorong Sisil, tetapi Arshaka sudah lebih dulu berdiri dari kursi. “Mbak, sepertinya Anda ini tidak tahu, yah, jika teman s

