Dua insan yang dulu pernah saling memberi kehangatan di ranjang kini tengah duduk dengan canggung, apalagi sedari tadi perempuan bernama Priscilla atau Sisil terus saja menunduk. Seolah-olah sesuatu di bawah sana jauh lebih menarik daripada seseorang yang sedari tadi sibuk bermain ponsel. Namun, setelah sekian lama terdiam wanita itu segera angkat bicara. “Lex, kenapa kamu hanya diam?” “Aku diam?” Alex tersenyum menyeringai. “Bukankah kamu yang mengajakku? Jadi, kenapa harus aku yang memulai. Ada-ada aja. Lagian, kalau kamu menyeretku ke sini hanya untuk berdiam diri … mending aku balik!” “Alex, please! Jangan pergi!” Alex menepis tangan Sisil yang hendak mencegahnya. Dia kemudian mengibaskan jasnya dan kembali duduk di kursi. Pria itu mendengkus kala melihat Sisil yang menatapnya ber

