"Lagi ngapain sih, kamu, Mel?" "Kamu belum makan. Nanti kamu sakit kalau nggak sarapan." "Terserah, lah!" Ivan menggelengkan kepala. Bukan rasa lapar yang kini dia khawatirkan. Lagi pula, rasa lapar itu sudah menguar entah ke mana. Saat ini yang dia pikirkan bagaimana nanti pertemuan Melly dengan kedua orang tuanya. Ayahnya sudah pasti akan murka karena tahu Ivan telah menikahi Melly secara siri dan di lakukan dengan mendadak. Mengutak atik ponselnya, Masih dengan menunggu Melly yang belum selesai. "Mel, apa yang kamu kerjakan? Lama sekali!" gerutunya dengan kesal. Dia telah menghubungi ayahnya kembali melalui pesan singkat, kalau sakit ibunya tidak perlu dikhawatirkan. "Iya, iya.... ini sudah. Yuk!" Mereka pergi menggunakan mobil yang dikendarai oleh Ivan. Lelaki itu mengernyit bi

