"Van, kamu sebetulnya mau apa? sampai mata aku di tutup kayak gini!" tanyanya, akan tetapi dia terus saja mengikuti langkah kaki Ivan dengan perlahan. Sedangkan tangan kanan dia merangkul lengan suaminya. "Udah nggak usah bawel deh, ikut aja ke mana aku melangkah." Sahut Ivan, yang membuat langkah Melly terhenti. "Kenapa?" tanyanya bingung. "Aku nggak mau! Nanti kamu bawa aku ke tempat aneh." "Mana ada! Ngaco aja kamu ini!" kembali mengeratkan rangkulan pada pinggang istrinya, "Ayo..." Ajaknya lagi agar Melly mengikutin langkah kakinya. Berjalan berdua dengan beriringan, sesekali mereka berbicara, lalu bertawa dan bercanda. Hingga mereka sampai di tempat tujuan yang sudah disiapkan oleh Ivan sebelumnya. "Kamu duduk dulu," Membawa tubuh Melly untuk duduk perlahan, karena istrinya teng

