Ayo Kita Menikah.

1347 Kata

Sekuat tenaga dia menahan tangis di hadapan lelaki yang telah banyak menorehkan luka. Kini air mata itu tak dapat dia bendung lagi, setelah kepergian Ivan. Luruh sudah cairan bening itu dipipinya, menutup seluruh wajah menggunakan kedua tangan dengan siku yang bertumpu di atas paha. Melly terus menangis terisak seiring getaran pada tubuhnya. Setelah puas dengan tangisnya. Melly menyusut air mata, manarik napas dalam-dalam lalu menghembuskan dengan perlahan beberapa kali. Dirasa dia telah lega meluapkan semua sesak dan kesedihan yang menghimpit dadanya, dia beranjak berdiri masuk ke dalam ruangan bude Pipit yang tengah di rawat. Melly merebahkan kepala di sisi tubuh bude Pipit, sembari terus menangis. Sampai di mana, kesadaran perempaun itu hilang seiring dengan pejaman mata. Melly bang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN