Dua Garis.

1188 Kata

Plak! Setelah menapar pipi Ivan. Melly melepas Appron yang melekat pada tubuh dengan gerakan kasar. Melempar kain tersebut ke atas meja, dengan mata yang memerah menahan marah sekaligus air mata. Dia ingin segera berlalu pergi secepatnya dari tempat terkutuk ini yang sudah banyak memberikan luka dihatinya. "Tunggu, Mel. Kamu kenapa?" Cegah Ivan, mencekal pergelangan tangan Melly agar tidak pergi. Dia biarkan rasa sakit dan nyeri atas tamparan pada pipinya oleh tangan perempuan yang kini tengah dia genggam. "Kamu masih tanya kenapa?" Melly tertawa sumbang, menatap Ivan yang tanpa ada perasaan sesal terhadapnya sedikit pun. Melly menggelengkan kepala dengan samar. "Kamu bilang kenapa? Kita itu udah nggak punya hubungan apapun. Kamu jangan seenaknya saja mempermainkan perasaan aku. Sekaran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN