"Oh, jadi ini kesibukanmu?" Mata Briella menatap Calvin tajam. Kemudian beralih pada Qyra yang tidak peduli sama sekali pada kedatangan Briella. "Jangan mulai, Briella." Calvin memperingati Briella serius. Briella tidak terima. Ia melangkah ke arah Qyra. Meraih cup minuman di meja lalu menyiramkannya ke wajah Qyra. "Briella!" Calvin berdiri dari sofa, kilat kemarahan terlihat jelas di matanya. "Apa?! Kenapa?!" Briella balik menyalak. "Kau tidak terima aku menyakiti dia, hah!" Briella menunjuk ke Qyra yang saat ini sedang membersihkan wajahnya dengan tangan. Qyra hanya diam, ia harus berakting dengan baik agar Briella semakin meledak-ledak. Ia menjadi sosok yang lemah, yang butuh perlindungan. "Kau mulai tertarik pada pelayan sialan ini!" Briella makin tak terkendali

