29

1191 Kata

"Qyra, bisa bantu aku antarkan ini ke kamar Kenneth?" Delillah mengangkat nampan berisi sarapan untuk putra bungsunya.   Qyra mengernyitkan keningnya.  Kenapa harus dia? Rumah ini memiliki banyak pelayan.   "Para pelayan sedang sibuk bekerja. Kenneth sudah melewatkan satu jam waktu sarapannya. Dan aku masih memiliki kue yang harus aku buat." Delillah memelas. Ini hanya akal-akalannya saja. Ia sengaja membuat para pelayan sibuk agar bisa mendekatkan Kenneth dan Qyra.   "Baik, Nyonya." Qyra segera mengambil nampan itu dan pergi. Ia tidak melihat sama sekali bagaimana Delillah tersenyum penuh arti.   "Kau harus jadi menantuku." Delillah mengepalkan tangannya antusias.   Qyra mengetuk pintu kamar Ken. Ia berniat untuk pergi setelah mengetuk 3 kali. Saat ia hendak membalikan tubuhnya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN