aku diam saja mengikuti langkah Gus Gabriel , entah apa aku tak mengerti , mendadak dia menyuruhku , bahkan memaksa ku untuk pulang .
ku lihat wajah dingin kembali tergambar di wajah nya , " mir , siapa suruh kamu nemuin laki laki yang bukan mahrom seperti itu?"ku beranikan diri untuk menatap matanya.
" tapi saya kan manut umi Gus " Ku lihat wajah nya yang merah padam menahan amarah yang begitu tak dapat dijabarkan . entah ada apa dengan Gus Gabriel saat ini .
" pokok nya untuk kedepan nya kamu tidak di perbolehkan menemui orang selain mahram tanpa izin dari saya"
" enggeh Gus " Gus Gabriel pun berlalu meninggalkan ku dengan sejuta tanya . aku diam terpaku . entah ada apa dengan Gus Gabriel yang tiba tiba kembali menjadi dingin.
TOK TOK TOK assalamualaikum
aku beranjak dari ruang tamu , ku buka pintu depan yang ternyata umik, akupun menjawab salam beliau dan mempersilahkan nya masuk , kami berdua , duduk di ruang tamu , di kursi kayu klasik, berhadap hadapan , aku meminta mbak mbak abdi dhalem untuk membuat teh , menggunakan gula khusus yang sengaja ku beli kalau kalau umi bertamu ke sini , 5 menit berlalu mbak mbak abdi dhalem itu menaruh satu cangkir teh untuk umi dan satu teh untuk ku , aku mempersilahkan umi untuk meminum nya .
" tau aja kamu mir kalok umik minum nya teh yang pakek gula ini" aku tersenyum hangat pada umi
" enggeh mik , itu sengaja Mira beli karna takut umik sama Abah ke sini buat ngobrol ngobrol"
" kamu iku , bojone Gabriel seng paling pengertian mir , gak nyesel umik pilih kamu sebagai menantu" lagi lagi aku hanya dapat tersenyum palsu , mengingat perlakuan Gus Gabriel yang kembali dingin kepadaku.
" tadi , Gabriel marah Tah mir sama kamu ? " aku diam , sejenak berfikir , harus kah aku bercerita pada umik, tapi .... dia itu suami ku bagaimana pun dia adalah baju bagiku , jika aku membuka aib nya sama saja aku membuka aib ku .
" enggak mik , Gus Gabriel cuma nyuruh Amira pulang" jawabku tanpa ragu ragu , mencoba membuat umik percaya.
umik tersenyum , seakan mengerti keadaan ku .
" Gabriel itu punya masa lalu kelam sama Faris mir" aku diam , menyimak perkataan umik." dulu ada wanita yang mereka berdua cintai , sayang nya Faris berhasil memenangkan hati nya sedangkan Gabriel dengan diam nya itu tak pernah mengungkapkan perasaan nya , sehingga , saat suatu hari wanita itu datang meminta Faris agar segera melamar , naas nya Faris saat itu mendapat beasiswa ke Kairo jadi .... dia tak dapat melamar sang wanita .di perjalanan pulang dia tertabrak mobil dan tak dapat di selamatkan ,dari situlah Gabriel sangat membenci Faris ," aku di bungkam oleh kenyataan , aku hanya diam kehabisan kata kata , jadi ini alasan nya dia begitu marah padaku .
oh andai
aku mengetahui nya