like

980 Kata
"suka kamu mir bukan bajunya" amira tetap diam , menyakin kan hatinya bahwa yang ia dengar hanya haluan saja. "mir " Gus Gabriel menepuk pundak Amira pelan , memutar wajah nya agar tatapan mereka saling bertemu ,nampak jelas wajah Amira yang merah tomat dengan mata yang membulat . " gak usah heran aku kan suamimu" lagi lagi Amira tak dapat berkata kata , Gus Gabriel sukses membuat gempa di jantung nya, tidak sedang lari memang, tapi nafas nya tersengal senggal . Gus Gabriel menatap nya penuh kasih menarik tubuh mungil itu ke pelukan nya , Amira mencium bau maskulin itu sekali lagi , kedua mata mereka bertemu, senyum Gus Gabriel merekah. " terimakasih Amira , terimakasih sudah bersabar selama ini , maaf aku baru menyadari engkau lah takdir ku" Gus Gabriel mendekat kan wajah nya pada wajah Amira, hampir tidak ada batas di antara ke dua nya hidung milik mereka bertemu , dekat sekali , Amira memejamkan matanya merasa gugup , sanggupkah? " Gabriel ummik...." mereka berdua terpelonjat kaget , bingung malu serba campur aduk , umik tanpa rasa bersalah hanya senyum senyum melihat kedua pasangan di hadapan nya ini. " makanya tutup dulu pintu nya , kan umik jadi ganggu kalian , ya udah umik balik dulu" umik pergi tersenyum tapi belum sempat umik pergi Amira berteriak "umik ikut" ..... *********** "mir umik ganggu ya tadi" tanya umik dengan nada menggoda , aku sendiri tak bisa menyembunyikan rona. merah di wajah ku . "umik sedang menggoda Amira" " umik bertanya mir"ucapnya penuh penekanan, aku tau topik ini tidak mungkin di lanjutkan . "mik , Amira ada yang ketinggalan , Amira izin kembali ke rumah" " siapa yang tertinggal, Gabriel maksud mu?" "ah.... umik ada ada saja , Amira pamit , assalamualaikum" "waalaikum salam" aku lekas pergi meninggalkan umik, karna panik tadi aku lupa , kalau tidak ada jadwal mengajar di pesantren Putri, toh aku juga yakin Gus Gabriel , sudah pergi untuk mengajar di pondok putra. aku membuka kenop pintu ,sunyi hening , Gus Gabriel benar benar berangkat, mataku tertuju pada buku coklat yang ada di atas nakas , milik Gus Gabriel mungkin, tidak di tutup ,dia lupa mungkin. aku tak sengaja menangkap tulisan itu tanpa sadar aku membaca tulisan yang baru di tulis suamiku itu , isinya.... untuk Alexa kemarin aku mulai menyukai Amira ,dia istriku, aku sadar selama ini aku sudah sangat menyakiti nya dengan tetap hidup dalam bayang bayanganmu , aku hanya menyukainya Alexa ,tapi aku tidak bisa mengelak dari kenyataan aku masih mencintaimu, doakan aku semoga aku lekas merubah rasa suka ini menjadi cinta untuk istriku, seperti yang kamu minta dulu . aku yakin kau bahagia di sana , meski aku akan mencintai Amira namun tetap saja kamu adalah keindahan rembulan yang bersembunyi jauh di gelap nya malam , menjadi cahaya ku di masa itu, oh andai...aku begitu mencintaimu Alexa. setetes air mata berhasil menderai di pipiku ,sebegitu besarkah cinta suamiku itu pada perempuan yang tidak halal baginya, jika mengingat kata kata jodoh adalah cerminan mengapa tidak dengan kehidupan ku , aku yang sama sekali tidak menjamah cinta pada pria lain waktu itu mengapa suamiku malah menanam benih cinta di hati orang lain, aku kembali terisak ,selalu seperti ini, saat dia berhasil membuat ku terbang ke langit ,seketika dia jatuhkan aku ke dasar lautan hanya dengan mengenang masa lalu nya, ya Allah , kuat kan aku untuk bersabar menunggunya , menunggu dia bangkit dari luka itu , jika ini sudah semakin parah , bawa aku saja, aku tak akan tahan , hidup dengan orang yang tidak benar benar mencintaiku, aku tidak butuh reputasi ini, aku hanya inginkan cinta yang sempat di dapatkan Alexa. "assalamualaikum" aku menghapus air mata di pipi ku dengan cepat "waalaikum salam" ucap ku ramah, tak lupa di bumbui dengan senyum palsu,lagi. "ajunan di dhikani Bu nyai di dhalem nya" "iya saya akan segera ke sana"abdi dhalem itu segera pergi meninggalkan ku , aku beranjak menuju meja rias menutupi bekas air mata itu dengan bedak dan sedikit polesan cellak . aku menghela nafas panjang , tidak aku tidak ingin umik tau tentang aku dan Gus Gabriel ,aku harus terlihat kuat. ***** "assalamualaikum mik" "waalaikum salam,kenal kan ini sepupu Gabriel , dia baru datang dari Mesir, namanya faris" aku menyatukan tangan memberi salam tanpa bersalaman tangan dengan nya, dia membalas ku ."ini istri Gabriel, nama nya Amira,sini mir duduk di samping umik seraya menunggu Gabriel"aku melihat sekitar tidak ada Abah di sini. "Abah di mana umik" "Abah pergi undangan di pesantren tetangga mungkin datangnya agak malam" aku mengangguk faham , begitulah kegiatan Abah sehari harinya. umik berbincang dengan Faris begitu asik , aku hanya mendengar dengan seksama, tidak menanggapi , sesekali aku tersenyum mendengar cerita cerita konyol Faris, yang ternyata dia mondok karna terpaksa,dan dia begitu tidak tau bahasa Arab karna dia benar benar tidak pernah menjamah terlalu dalam ajaran Islam. sesekali juga tatapan kami bertemu, kadang aku merasa tidak nyaman di sini, mungkin hanya perasaan ku yang mengira Faris memperhatikan ku dari tadi.tanpa tersadar aku melihat Gus Gabriel,yang berdiri di depan pintu ,menatapku tidak suka, sepertinya aku salah berada di sini. "eh.... ini dia yang di tunggu udah datang" "assalamualaikum mik" "waalaikum salam" "ngapain" Gus Gabriel berkata dingin menatap Faris tidak suka, aku tak pernah tau ada apa diantara mereka, karna sebelumnya Faris tidak pernah ke sini. " Gabriel ,dia baru datang dari Mesir ,jangan bercanda seperti itu pada saudaramu , tidak baik" Gus Gabriel tetap tidak menanggapi ekspresi nya datar menatapku. "mir pulang" "kenapa?"sanggah umik "Gabriel nyuruh Amira pulang umik"aku menatap nya heran kenap terlihat begitu marah padaku, aku memilih tidak bertanya, segera beranjak dan mengucap salam pada mereka. entah ada apa dengan Gus Gabriel , seharusnya aku yang marah, mengapa jadi dia yang yang bersikap seperti ini, aku pergi, tidak menatapnya lagi, aku benci dengan teka teki apalagi itu menyangkut rasa, rasa yang tak dapat ku tebak sampai saat ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN