“Mana Elly?” Dean mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan, dan tidak mendapati sosok rekan wanitanya yang dicari oleh Kapten Hanung. “Tadi dia ada, Kapten. Mungkin ke toilet,” jawab Dean, tak bergerak dari hadapan komputernya. Kapten Hanung keluar ruangan, memanggil beberapa anak buahnya yang lewat. Termasuk Iwan yang sedang menyapu. Iwan mendekat sambil membawa sapu–senjata yang tak pernah dia tinggalkan. Karena sapu itulah penanda penyamarannya. Meski menyamar, tapi ruang-ruang PIC memang tampak lebih bersih dari sebelumnya. Ternyata dia juga mengerjakan pekerjaan penyamarannya. Dean menangkap pembicaraan Kapten Hanung dan Iwan. Bahwa Elly tadi tampak meninggalkan PIC seorang diri. Tanpa pamit pada siapapun. Tidak menggunakan motor seperti biasanya, tapi berjalan kaki. Motornya d

