Kavia menatap lekat mantan suaminya, mencoba menembus lapisan senyum dan tawaran yang terlihat begitu menarik, tetapi terasa sangat salah. Dia tak bisa mengabaikan semua luka yang pernah dialami karena pria itu. Memang benar, dengan rujuk, kehidupannya bisa kembali nyaman, bebas dari cercaan dan rasa malu yang menghantui sejak skandal Harris merebak. Namun, pada saat yang sama, ia harus menyerahkan lagi hidupnya ke tangan orang yang salah. Hati kecilnya berteriak untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. "Kamu menawarkan semua ini karena apa, Sen?" Kavia akhirnya berkata dengan nada pelan tetapi tegas. "Kenapa tiba-tiba kamu ingin rujuk setelah bertahun-tahun kita berpisah? Apa karena Harris sudah jatuh? Apa karena kamu pikir aku tidak punya pilihan lain?" Seno mengangkat alis, wajahny

