Apakah di setiap kejadian yang berujung pada derita, adalah karena kesalahanku? *** Kayonna menggunakan gaun terbaiknya. Warna biru langit yang semakin kebawah bergradasi menjadi putih. Rambutnya diikat tengah sebagian dengan pita warna senada. Poninya melengkung hampir mendekati alis matanya. Sangat cantik, sebenarnya. Tapi, Kayonna kecil tak punya senyum. Air matanya jatuh beberapa kali dan beberapa kali juga ia menyekanya dengan saputangan warna biru langit juga. Semua serba biru. "Ini warna langit, Yonna. Di langit tersimpan sejuta harapan dan mimpi. Jangan berhenti berharap. Jangan berhenti bermimpi. Hiduplah kamu dengan dua hal itu. Ingat itu, ya, Sayang." Ibunya mengucapkan dengan tersenyum tetapi mata yang menangis. Ia telah sampai di gerbang rumah Emil. Tangannya semakin erat

