Chapter 37

938 Kata

Aku akan bertemu kesayangan hati yang sudah lama menjauhiku. Rinduku mengalir deras. Sayangku menuntut dipeluk. Tapi..., aku lupa siapa dia. Duka. *** Kayonna baru saja mengunci rumah mungilnya dan bersiap berangkat ke rumah sakit untuk jaga malam. Ada perasaan berdebar-debar sejak Dokter Anwar meneleponya, mengabarkan bahwa keluarga pasien Dahlan meminta hanya Kayonna yang merawat pasien Dahlan. Tak bisa dijelaskan bagaimana perasaannya. Perasaannya lega, karena sebenarnya dia berharap bisa memantau kesehatan pasien Dahlan. Juga tak mengerti kenapa dirinya begitu beraharap dengan pasien Dahlan, padahal laki-laki perokok yang terserang PPOK bukan hanya pasien Dahlan, tetapi dirinya begitu berharap. Tatapannya terarah pada gudang terbakar di sisi rumah mungilnya. Perlahan ia menghampir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN