Chapter 28

652 Kata

Jika kamu lupa dan mulai buta, sentuhanku dan suaraku akan menjadi penunjuk juga lentera bagi langkahmu menuju..., pulang. *** Setelah memastikan semua baik-baik saja dan tak ada keluhan, Kayonna memutuskan kembali ke ruangannya. Cukup beruntung bagi Kayonna, karena baik IGD maupun UGD tidak sedang ramai dengan pasien kecelakaan atau pasien yang membutuhkan tindakan cepat operasi. Malam yang tenang, tidak setenang hati dan pikirannya. Secara profesional, Kayonna perlu diacungi jempol dengan kredibilitasnya sebagai dokter bedah. Ia bisa memeriksa pasien dengan fokus tak terpecah, padahal hatinya masih berkecamuk dengan pasien bernama Dahlan. Ingat akan Dahlan, Kayonna memutar langkahnya menuju ruang tindakan IGD. Meski ada dokter jaga dan perawat berkompeten, tetapi Kayonna ingin memast

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN