Darah ditemani takdir, menjadi kekuatan pertemuan bagi mereka yang terpisah. *** Di dalam mobil, Soraya kembali menitikkan air mata. Kedua mata tuanya menatap jemari kanannya yang tadi sempat menyentuh pipi Kayonna. Kontak yang sangat dirindukannya. Kedekatan yang sangat dirindukannya. Hari ini, Soraya seperti mendapatkan hal yang saling bertolak belakang. Kedukaan dan kebahagiaan. Karena kedukaan yang duluan datang, Soraya patut bersyukur pada Tuhan karena ada kebahagiaan yang mendampingi. "Alex...." "Iya, Ma?" Alex menoleh sebentar ke arah ibunya yang masih terpekur menatap jemari tangannya. Sepertinya ibunya belum melupakan kejadian saat ia bisa membelai pipi Kayonna. "Apa yang dia rasakan setelah Mama menyentuhnya?" Alexis tidak bisa menjawab. Berkata jujur akan membuat ibunya

