Chapter 21

960 Kata

Bunga di pinggir jalan, tumbuh sendiri. Semua mengaggumi, hanya selewat. Hanya dia yang diam dan berkata, "Kamu cantik." *** Kayonna mengangguk. Takut itu menepi dengan janji kata Saga. Keduanya pun masuk. Gondola itu berbentuk kapsul yang tertutup, dengan semacam kaca mengelilingi agar bisa melihat pemandangan di luar. Ada AC, hingga tak merasa pengap karena embusan dinginnya. Kayonna benar-benar merasa aman, apalagi Saga duduk tepat di sisinya dan masih memegang jemarinya. Matahari senja bergulir semakin ke barat. Semburat merah muda berbaur dengan percikan oranye, memantul bias pada lautan luas yang terlihat jelas dari kapsul bianglala. Romantisme dinikmati berdua dalam diam. Gondola berputar perlahan dan semakin ke atas. Langit biru membentang dengan biasan gradasi warna yang meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN