Kenangan bergulir berasama senja. Manis mencecap pada hal baik. *** Tak banyak yang dibicarakan sepanjang perjalanan menuju restoran. Kayonna juga tidak bertanya akan ke mana makan siang mereka yang sudah terlambat. Dia menurut saja pada keputusan Saga, meski sempat dalam hatinya terbersit kemungkinan mereka akan tersesat. Setelah perjalanan yang cukup jauh, sampailah mereka di sebuah restoran megah dekat pantai. Restoran itu memiliki desain bangunan yang unik, berbentuk menyerupai kapal pesiar raksasa. Interior membuat Kayonna terpukau. Di beberapa area terdapat beberapa geladak dan di setiap geladak ada bar kecil. Di tengah lantai kayu di dermaga, ada dua bulatan kaca tebal. Kayonna berhenti dan berjongkok, mencoba mengintip. Ternyata ia bisa melihat pemandangan bawah laut. Ia juga b

