Ada yang menggesek ingatan. Pedih dan perih. *** Akhirnya Kayonna tetap pulang bersama Saga. Meski Kayonna tadinya bersikeras untuk menambah shift kerjanya, tapi dia tak bisa berkutik dengan sikap keras kepala Saga yang ingin tetap menanti Kayonna selesai kerja. Tadinya, dia ingin tetap memantau keadaan pasien bernama Dahlan. Ada kekhawatiran akan keadaan pasien itu. Dalam dirinya menuntut untuk turun tangan langsung. Ia tak bisa melupakan tatapan Soraya yang menuntut dirinya untuk merawat Dahlan. Saat turun dari taksi, Kayonna teringat sesuatu. Disentuhnya lengan Saga. "Apa? Ada yang ketinggalan?" tanya Saga sambil mengamati Kayonna. Pikirannya dompet atau ponsel gadis itu yang tertinggal. "Nama temanmu itu siapa?" Saga mengernyit. "Teman mana?" "Yang semalam." Saga tersenyum pen

