Chapter 77

394 Kata

Tunggu, ya. *** Kayonna kembali hanya melihat savana. Ia sendirian seperti biasa. Dan hanya ada satu rumah, gudang itu. Kayonna tiba-tiba begitu lemah dan ingin menangis. Sesuatu di dalam dirinya menggelegak keluar menjadi tangisan. Ada sesuatu yang terasa lepas menjadi kelegaan. Namun, di saat bersamaan juga masih ada yang mengganjal. Saat Kayonna menangis meraung, tiba-tiba salah satu jemari tangannya digenggam hangat. Kayonna membuka matanya perlahan. Dengan mata yang mengabur, ia bisa melihat sosok bocah lelaki. "Emil...." Emil tersenyum dan menarik tangannya untuk ikut. Bagai naluri, Kayonna menurut dan tahu akan ke mananya. Menuju gudang. Saat membuka pintu, lagi-lagi Kayonna didorong dari dalam, membuat tubuhnya oleng. Belum sempat ia melihat siapa yang mendorong, orang kedua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN