Seorang yang begitu mencintai lainnya, akan berbuat apa saja agar yang dicintai aman. *** Saga duduk gelisah. Kakinya yang saling menumpu, bergerak-gerak. Berkali-kali ia memeriksa jam tangan, memastikan waktu. Sudah tiga jam dari pukul delapan malam Saga menanti Kayonna di ruangannya. Perawat Anis mempersilakannya masuk karena kebetulan ia memegang kunci ruangan Kayonna. Saat datang, ia melihat wajah Anis yang cemas, dan terlihat ingin menyampaikan sesuatu. "Bunda Anis sakit? Kaki yang ketimpa motor sudah diperiksa?" "Eh, iya. Kaki saya gak apa-apa, Mas Saga." Anis menjawab dengan raut wajah aneh. Setelah mempersilakan Saga masuk, Anis diam di tempat. Wajah cemasnya semakin ketara. "Apa ada sesuatu?" tanya Saga. "Ada terjadi sesuatu dengan Kayonna?" Perawat Anis menatap dalam Saga.

