Jika kamu terluka karena aku. Sakiti saja aku. Jangan orang lain. *** Belum bekerja. Respon masih setengah aktif. Kayonna yang sudah sempat tertidur, dipaksa bangun karena mendengar jeritan nyaring dari Renata. Kepalanya sangat sakit karena terbangun dengan keadaan terkejut. Matanya masih buram saat melihat wajah Renata yang panik dan masih berteriak. Nalurinya sebagai perempuan membuatnya segera menghampiri Renata. Dia duduk di sisi Renata, dipegangnya kedua pundak Renata, dan dengan sedikit paksaan, tubuh Renata berputar menghadap Kayonna. Karena Renata masih berteriak, Kayonna membekap mulut Renata. "Sttt! Hei! Renata, sudah. Sudah. Jangan teriak," pinta Kayonna yang sedikit-sedikit sudah mulai bisa menguasai diri dan bisa melihat ekspresi Renata yang ketakutan. Kedua mata Renata

