Chapter 49

944 Kata

Bagaimana aku dengan dia adalah urusanku, bukan urusanmu, apalagi urusan dunia. Jadi, jangan banyak tanya. *** Operasi kedua dan seperti biasa, berhasil. Waktu sudah menunjukkan pukul satu siang. Kayonna meninggalkan ruang operasi sedang yang lain membereskan. Di luar sudah ada Renata dengan pakaian hijau bak dokter bedah. Di balik maskernya, Kayonna tersenyum kecil, dan melangkah menuju tempat cuci tangan. Operasi terakhir adalah operasi kanker usus pada wanita sudah tua. Dari awal melihat pasiennya, Renata sudah bergetar iba. Tak tega ia melihat wanita begitu tua dibelah perutnya. Dan saat isi perut dibuka, Renata benar-benar tidak kuat. Ia tak hanya pusing, mual, tapi juga sudah bersiap muntah. Renata bahkan jatuh terduduk. "Ini toleransi terakhir," ujar Kayonna masih sambil mencuc

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN