Sebagai ayah, aku akan membawa pulang anak-anakku, ke rumah hangat kita. Memori. *** Kembali sunyi. Televisi tidak dinyalakan. Terdengar bunyi halus mesin pendingin ruangan. Bias sinar pagi yang mulai beranjak untuk naik, menciptakan nuansa bak surga seperti di film-film, yang mana d******i putih pada ruangan, membias warna benderang yang tenang. Soraya memijat lembut tangan kanan Dahlan yang terbebas dari jarum infus. Sudah sangat lama, ia tak melakukan hal itu. Dulu, saat akan tidur, Soraya akan memijat lengan Dahlan sampai dirinya tertidur. Kini disadari, bagaimana banyaknya bobot suami tercinta menyusut. "Pantas kau sering ke rumah sakit tanpa ada ledakan. Anak itu tidak ingat apa-apa." Dahlan menggumam dengan tatapan pada langit-langit putih rumah sakit. Ekspresinya seperti seten

