Chapter 55

959 Kata

Tak ada yang lebih mengesalkan di dunia selain nafsu para pecinta yang berhenti tiba-tiba karena diganggu cerita lain. *** Bunyi ketukan pintu, membuyarkan semua yang hampir terjadi. Helaan napas dengan makna yang berbeda di masing-masing, dihembuskan sembari memalingkan wajah. Kayonna bersyukur dengan bunyi ketukan itu, ia bisa membebaskan diri dari hasrat yang tiba-tiba memaksa untuk direalisasikan. Sedangkan Saga justru sangat kesal. Ia memaki tanpa mengeluarkan suara. Sempat terbersit untuk memaki Aji juga karena ia yakin yang mengetuk pintu itu adalah Aji. Saga segera berdiri dan membuka pintu. "Cepat amat, Ji? Berapa?" tanya Saga sembari mengeluarkan dompet. Aji sendiri kebingungan dengan pertanyaan Saga yang bernada kesal. "Berapa, Ji, semua? Kamu dan orang depan sudah kamu be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN