Salma bangun tepat saat ketukan di pintu kamarnya terdengar sayup di telinganya. Dengan gerakan lemas, Salma akhirnya bangkit duduk. Ia menyalakan lampu tidur yang ada di atas nakasnya, lalu bangkit berdiri. Rambut sebahunya yang tergerai ikut menari-nari saat langkah kaki Salma mendekat ke arah pintu. Salma membuka pintu dan langsung menyipitkan matanya karena terangnya lampu di luar kamarnya. Begitu matanya mulai menyesuaikan, ia melihat abinya sudah berdiri di ambang pintu dengan segelas air di tangannya. "Baru bangun?" tanya Teguh. Salma hanya bisa mengangguk dengan wajah sedikit menunduk. Ia takut abinya mengetahui keadaan matanya yang begitu sembab. "Nih diminum, habis itu jangan lupa tahajud ya..." Salma menerima gelas yang disodorkan oleh abinya, lalu kembali mengangguk. "Kal

