REVAN Tidak bosan-bosannya aku menatap Demi yang berada di sampingku sejak tadi. Gadis yang sangat kucintai ini akhirnya sudah resmi menjadi istriku. Menjadi milikku seutuhnya. Hal yang aku pikir hanyalah mimpi sebelumnya. Saat ini kami berada di resepsi kecil yang direncanakan papa Demi untuknya. Baju akad nikah kami, sudah berganti dengan setelan jas dan dress kebaya yang membuat Demi terlihat sangat cantik. Semakin cantik ditambah dengan senyum penuh kebahagiaannya yang menghiasi wajah. Senyuman yang hampir hilang dariku karena ulah orang yang kukira sahabat, tapi ternyata adalah musuh. Aku sama sekali tidak menyangka Cindy yang kukira adalah wanita baik-baik, yang sangat menyayangi Demi, tega menyakitinya. Bahkan dengan sengaja menghancurkan hidup Demi hanya karena rasa cembur

