DEMETRA Aku menepuk-nepuk pipiku berulang kali, lalu mengaduh pelan saat tepukan terakhir mendarat dengan cukup keras di pipiku. Aku sengaja melakukannya untuk meyakinkan diri bahwa aku tidak sedang bermimpi saat ini. Aku benar-benar bangun dan semua ini adalah kenyataan. Pernikahanku dengan Revan benar-benar nyata. Terbukti dari sakit di wajahku yang menunjukkan bahwa aku memang tidak sedang tidur saat ini. Belakangan ini terlalu banyak hal terjadi hingga aku tidak lagi bisa membedakan yang mana nyata dan yang mana mimpi. Beberapa malam lalu, aku pun mengalami hal yang hampir sama dengan hari ini. Revan datang menemuiku di rumah, lalu mengatakan dia telah berhasil meyakinkan Papa untuk merestui kami untuk menikah secepatnya. Namun, saat aku membuka mata, semua itu hanyalah mimpi. Kon

