Chapter 10. Matchmaking

1249 Kata

REVAN   Aku duduk di depan kedua orang tuaku dengan tidak sabar saat ini. Begitu sampai rumah tadi sore, setelah mandi dan istirahat sebentar kemudian makan malam, Ayah dan Bunda akhirnya menyuruhku duduk untuk mendengarkan apa yang akan mereka sampaikan. Bahkan Rasti ikut duduk bersama kami saat ini. Membuatku semakin penasaran akan apa yang ingin mereka bicarakan. “Ada apa sebenarnya? Kenapa Ayah dan Bunda keliatan serius banget? Kalian baik-baik aja, kan?” tanyaku cemas. Aku tidak mau berpikir negatif, tapi melihat keanehan saat ini, berbagai macam pikiran buruk melintas di kepalaku. “Kami sehat-sehat saja, Rev,” jawab Ayah tersenyum menenangkanku. “Lalu apa yang mau Ayah dan Bunda bicarakan?” “Kamu pernah dengar kan cerita soal teman Ayah dan Bunda saat sekolah dulu, suami istri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN