Operasi Sambel Balas Dendam

1207 Kata

Dara duduk di dapur sambil memotong cabe. Tangannya cekatan, tapi matanya merah, bukan karena pedas—tapi karena muak. Sudah seminggu HP-nya disita, bahkan warung sambelnya yang online di-pause sepihak oleh Rafi. Alasannya? > “Biar fokus ngurus anak. Lagian, siapa yang mau beli sambel tiap hari? Nanti orang kira kita jual panas doang.” Dara mengernyit. Jual panas? Lah, selama ini yang dia rasain tuh bukan panas sambel... tapi panas di hati! Tapi Dara tak tinggal diam. Ia menyusun rencana. Diam-diam ia pakai HP Zidan yang sudah gak aktif kuota buat motret sambel. Gak bisa upload ke s****e? Bodo amat. Dara cetak brosur sendiri, pakai printer bekas yang dulu Rafi bilang "ngabisin tinta doang." --- Munculnya Komplotan Emak-Emak Militan Tak disangka, para tetangga malah makin semangat i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN